Jelas
nyata fikiranku menerawang jauh teringatkan keluargaku dikampung. Hari raya
AidilAdha bakal menjelang, tetapi aku
tak dapat pulang. Hatiku jelas nyata diruntun hiba kerna tak bisa menahan siksa
pedang kata-kata yang menghiris kalbuku yang berbunyi seolah-olah kehadiran aku
dan ahli keluargaku adalah beban yang tidak tertanggung oleh mereka.
Kewujudan
kami ini menyusahkan mereka. Aku nyata sekali tak bisa untuk mendengarnya namun
tak pula aku mampu untuk menegahnya kerana siapalah aku untuk di bandingkan
dengan mereka.siapalah aku untuk menegur apatah lagi untuk memarahi.
Aku
rasa sebal untuk pulang. Terkadang aku rasa malu, terkadang juga aku rasa marah
pada diriku kerana aku tiada mampu untuk mempertahankan diriku dan ahli
keluargaku dari diperkotak-katikkan, dipermai n-mainkan,
diambil kesempatan, dan dipersendakan.
Parah
sekali kemalangan yang menimpa hatiku ini namun aku tak mampu untuk
mengubatinya. Tak ada seorang doktor pun yang bisa merawat hatiku ini. Aku rasa
begitu lemah dan tak berdaya. Aku tahu aku tidak bersikap adil kepada kedua ibu
bapaku namun aku tidak mampu untuk menzalimi hatiku sendiri. Berbohong dengan
diri sendiri untuk senyum dihadapan orang yang telah mencederakan hati
keluargaku sedangkan hatiku sendiri meraung menangis melihatkan perlakuan itu.
Sejauh
mana lagi aku mampu bersabar? Tatkala kami jauh dari pandangan mereka, mereka
memanggil-manggil kami pulang. Namun bila kami hadir dipandangan mereka, mereka
menyindir-nyindir kekurangan dan kelemahan kami. Mengungkit-ungkit apa yang
telah diberi kepada kami. Memburuk-burukkan dan merendah-rendahkan lagi diri
kami sehingga aku berasa sangat hina dan tiada tempat disisi mereka. Mengapa
mereka terus menyakiti ibu bapaku dan adik beradikku? Apakah sebenarnya niat
dan tujuan mereka.
Aku sendiri tidak tahu apakah lagi yang harus aku lakukan.
Sesungguhnya aku amat menyayangi dan merindui mereka namun mereka semua tak
pernah mengerti. Namun aku sendiri pun tidak pernah mampu untuk menyatakan
kata-kata cintaku kepada mereka.
Ya Allah, berat sungguh ujian yang kau timpakan keatasku ini.
Rasa tidak tertanggung olehku untuk memikul beban dan menghadapi ujian ini.
Berikanlah aku seribu kekuatan lagi untukku teruskan langkahku pada jalan yang
telah Engkau hamparkan dihadapanku ini.
Amiinnn Ya Rabbal
Alaminnmmmm…..
No comments:
Post a Comment